Dinasti Ratu Atut Kembali Kuasai Banten, Mengàlahkan Rano Karno


Republik ~ Dinasti Ratu Atut diperkirakan akan kembali memimpin provinsi  terbarat di Pulau Jawa, yaitu Provinsi Banten.

Berdasarkan hasil hitung formulir atau model C1 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), anak kandung mantan Gubernur Banten Ratu Atut, Andika Hazrumy, yang berpasangan dengan Wahidin Halim meraih suara 50,93 persen atau 2.403.197 suara.

Andika adalah calon wakil gubernur (Cawagub) Banten yang mendampingi Wahidin Halim, mantan Wali Kota Tangerang dua periode. Sementara itu, Ratu Atut diberhentikan dari Gubernur Banten karena terlibat kasus korupsi. Kini Atut masih menjalani masa hukuman.

Berdasarkan informasi dari laman resmi KPU, https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/banten, Minggu (19/2/2017) sekitar pukul 06:00, penghitungan cepat berbasis model C1 di Provinsi Banten telah mencapai 99,91 persen atau 16.525 TPS dari 16.540 TPS yang ada.

Artinya hanya tersisa 15 TPS lagi yang penghitungan suara berbasis model C1-nya  belum selesai.
Sementara itu, calon petahana, Rano Karno, yang berpasangan dengan Embay Mulya Syarief, hanya meraih 49.07 persen atau 2.315.533 suara.

Dengan demikian, berdasarkan data terakhir selisih perolehan suara kedua pasangan ini adalah 87.664 suara.

KPU menyatakan, penghitungan cepat berbasis model C1 dimaksudkan untuk memenuhi rasa ingin tahu masyarakat akan informasi cepat seputar Pilkada serentak 2017. Tetapi, hasil akhir final penghitungan suara tetap harus menunggu penghitungan secara manual.

Partisipasi Politik di Provinsi Banten

Jumlah pemilih laki-laki di Provinsi Banten tercatat  3.838.587 orang atau lebih banyak dibandingkan pemilih perempuan sebanyak 3.764.249 orang sehingga total pemiilih 7.725.136 orang.

Dari jumlah pemilih tersebut, yang menyalurkan hak pilihnya hanya 4.870.457 orang atau 63 persen dengan rincian pemilih laki-laki yang menyalurkan hak pilihnya 2.247.244 orang (58,5 persen) dan pemilih perempuan 2.509.002 orang (66,7 persen).

Dengan demikian pemilih yang golput atau tidak menyalurkan hak pilihnya tercatat 37 persen atau 2.854.679 orang.

Jika dilihat dari jumlah golput yang mencapai 2.854.679 orang, maka angka ini melebihi dari perolehan suara yang diraih kedua pasangan calon gubernur. Atau dengan kata lain golput di Provinsi Banten adalah 'pemenang' sesungguhnya.

Sementara itu, suara sah Pilkada Banten tercatat 4.710.504 suara, suara tidak sah 124.378 suara, dan total suara 4.833.617 suara. Pemilih disabilitas 11.368 orang, tetapi yang menggunakan hak pilih  2.584 orang atau  22.7 persen.


Sumber Berita : tribunnews.com
close
Berita Islam