Serem… Teror Gedor Pintu Hantui Warga Kalimantan Barat


Republik.in ~ Setelah sempat membuat geger warga Kabupaten Sekadau, aksi teror gedor pintu yang dilakukan orang tak dikenal marak terjadi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Bahkan pelaku yang disinyalir berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor ini nyaris saja melakukan aksi pencurian di Dusun Lingkar Bandara, Desa Kenual, Nanga Pinoh, Sabtu (11/3/2017).

Peristiwa aneh namun nyata terjadi itu semakin mencekam setelah warga Kota Juang tersebut juga tengah menderita akibat pemadaman listrik bergilir oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat.

Kejadian aksi teror gedor pintu pertama di Melawi, diketahui menimpa keluarga Wendy, salah seorang warga Dusun Lingkar banda, Kenual. Pria yang berprofesi sebagai petugas keamanan di salah satu Bank di Nanga Pinoh ini menuturkan, memang saat kejadian dia tidak berada di rumah lantaran mesti menjalankan tugas jaga malam.

Namun berdasarkan cerita istrinya, kejadian sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu istrinya mendengar suara motor berhenti di depan rumah. Ketika melihat dari jendela, tampak dua orang yang diduga pelaku menggunakan jaket dan bertopi langsung menggedor dan mencongkel pintu rumahnya.

Karena merasa takut, istrinya langsung lari ke dapur membawa anaknya sambil menangis. Apalagi pelaku juga sempat berteriak dan meminta pemilik rumah membuka pintu. Istri Wendy sendiri tak berani berteriak. Dan untungnya, ada tetangga yang datang dari pintu belakang dan tak lama kemudian pelaku pergi.

“Pintu kami pun seperti sudah tercongkel karena jadi tinggi sebelah. Bekas congkelannya juga terlihat,” kata Wendy, Senin (13/3/2017).

Wendy menambahkan, istrinya mengaku suli mengenali pelaku karena saat itu sudah malam ditambah listrik juga padam.

Kasus serupa ternyata juga pernah dialami Yanto, tetangga Wendy. Bahkan, dari kisahnya tidak cuma sekali teror gedor pintu itu terjadi, namun sampai tujuh atau delapan kali. Hanya saja aksi ini terjadi saat Yanto sedang tak berada di rumah.

“Saat masih menjadi satpam, saat saya piket, selalu saja rumah saya digedor. Bahkan memaksa istri, anak dan ibu saya di rumah untuk membukanya. Waktu penggedoran itu rata-rata malam pas saya tidak ada,” kata Yanto.

Modus penggedoran pintu ini dinilai memang mirip, di mana para pelaku beraksi saat pria di rumah tersebut sedang tak ada. Kemungkinan pelaku sudah mengintai dan mengetahui kapan dirinya sedang tak berada di rumah.

“Kalau sudah digedor, ada barang yang hilang seperti mesin air. Akhirnya saya memilih berhenti jadi satpam saat ini,” tutupnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan tanggapan terkait peristiwa gedor pintu.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH
Sumber Berita : Kriminalitas.com
close
Berita Islam