Astaga, Pembalut Diminum, Dua Remaja Madura ini Meregang Nyawa


Republik.in ~ Dua remaja bernama Gandi (18) dan Firdaus (18) warga Dusun Karang Kongo, Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep Madura meninggal dunia setelah melakukan pesta minuman keras (miras) oplosan. Keduanya meninggal dunia saat mendapat perawatan medis.

Kesaksian warga setempat, Suyadi, kedua korban melakukan pesta miras oplosan bersama tiga temannya, yaitu Dayat (20), Idham (19), dan Gajol Fakri (19). Usai melakukan pesta miras kedua korban bersama temannya pulang ke rumah masing-masing.

“Tahu-tahu kedua korban sudah dirawat di Puskesmas. Pastinya saya tidak tahu jam berapa kedua korban dibawa ke Puskesmas. Namun, meski sempat dirawat, keduanya meninggal dunia,” kata Suyadi, Kamis (27/4/2017).

Suryadi menambahkan, miras oplosan di Desa Sapeken memang sedang marak. Dalam satu bulan telah merenggut banyak nyawa. Sedangkan bahan yang dioplos diambil dari air pembalut yang direbus, kemudian diambil airnya, lalu dicampur dengan obat-obatan dan sirup.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Suwardi membenarkan kejadian ini atas laporan warga. Petugas kepolisian langsung mendatangi TKP dan melakukan pengecekan ke Puskesmas. Setelah meminta keterangan terhadap rekan korban Samsuri, korban diketahui melakukan pesta miras pada Minggu (23/04/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. Gandi dan Firdaus bersama empat teman lainnya berkumpul di depan sekolah dasar desa setempat.

“Di tempat inilah korban bersama teman-temanya janjian untuk menggelar pesta miras oplosan. Gandi dan Firdaus bagian membeli spiritus dan sejumlah minuman untuk dioplos, kemudian diminum beramai-ramai,” pungkasnya.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : kriminalitas.com

close
Berita Islam