Kisah Bupati Suruh Camat Nikahi Nenek Berumur 87 Tahun


Republik.in ~ Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika bertemu dengan seorang lansia (lanjut usia) berusia 87 tahun bernama Sahen. Dedi kecewa lantaran nenek Sahen tidak menerima beras perelek atau beras miskin.

Dedi bertemu dengan nenek Sahen di persimpangan Jalan Taman Pahlawan – Jalan Ibrahim Singadilaga, Minggu (23/4). Saat itu, Dedi sedang dalam perjalanan menuju ke wilayah Kecamatan Bungursari.

Bupati Purwakarta dua periode itu secara tak sengaja melihat nenek Sahen berjalan kaki sambil menggendong barang bekas. Dedi lantas turun dari mobil dan menemui wanita tua itu.

“Hidupnya sebatangkara. Dia mengeluh karena tidak mendapat jatah beras perelek. Saya tertegun dan merasa berdosa,” ucap Dedi.

Dedi lantas menghubungi Camat Purwakarta Kota dan Kelurahan Cipaisan Kabupaten Purwakarta. Dedi meminta agar kedua pejabat tersebut bertanggung jawab.

Kepada camat dan lurah, Dedi Mulyadi meminta agar nenek Sahen diberikan beras perelek setiap bulan. Dedi juga memberikan sanksi kepada camat dan lurah berupa pemotongan honor dan tunjangan selama tiga bulan.

Honor dan tunjangan itu akan diserahkan kepada nenek Sahen. Jika camat dan lurah menolah, Dedi meminta anak buahnya itu agar menikahi nenek Sahen.

“Sebagai sanksi atas kelalaian Camat dan Lurah, honor dan tunjangan mereka selama 3 bulan ke depan harus diserahkan kepada Ibu Sahen. Jika tidak mau, maka mereka harus menikahi Ibu Sahen. Sok milih lah, rek milih nu mana?,” tegas Dedi.

Nenek Sahen diketahui memiliki seorang anak. Namun dia tinggal seorang diri di rumahnya. Sehari-harinya, nenek Sahen memunguti barang-barang bekas untuk dijual demi menyambung hidup.

“Sekarang tinggal sendiri. Nyari-nyari barang bekas untuk dijual,” ucap nenek Sahen saat berdialog dengan Dedi Mulyadi.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : Pojoksatu.id

close
Berita Islam