Driver Grab Cekik Leher Wanita Cantik, Alasannya Bikin Geleng-Geleng Kepala


Republik.in ~ Polisi telah menangkap Peri Sugianto alias Peri (27) atas dugaan pembunuhan Dini Oktaviani (27) di Apartemen Laguna, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Driver ojek online (Grabbike) itu mengaku membunuh korban karena refleks.

"Alasannya refleks mencekik leher korban. Tetapi kami tidak percaya begitu saja pengakuannya, masih kami dalami,"ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta kepada detikcom, Jumat (22/9/2017).

Motif kejahatan yang dilakukan Peri, katanya, dia sedang terlilit utang dan punya masalah dengan istri.

Menurut keterangan polisi, peristiwa itu bermula ketika DO meminta bantuan kepada Peri agar dicarikan rentenir untuk meminjam uang. Tetapi, Peri malah mencekik dan membekap DO dengan bantal hingga meninggal dunia.

Ketika dicekik driver Grab Bike Peri Sugianto (27), Rabu (13/9/2017), Dini Oktaviani berusaha memberontak. Tapi, kekuatan Dini tak sebanding.

"Korban sempat berusaha memberontak dan tersangka PS masih terus mencekik leher korban dari belakang," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Didik Sugiarto di Polda Metro Jaya, Jumat (22/9/2017).

Walau tak sebanding, Dini tetap berusaha melakukan perlawanan.

"Korban sempat bergumul dengan pelaku, sekitar 15 menitan," kata dia.

Sampai akhirnya, kekuatan Dini habis. Dia tumbang. Setelah tak sadarkan diri, Peri mengangkat tubuh Dini ke atas kasur. Untuk memastikan nyawa Dini, Peri membekap perempuan itu memakai bantal.

"Pas dicekik korban sempat ngorok (sakaratul maut) sehingga diangkat ke tempat tidur," kata Didik.

Setelah menghabisi nyawa SPG perusahaan kosmetik, Peri menggondol telepon genggam, televisi, jam tangan, dan perhiasan.

Peri bisa masuk ke kamar apartemen atas permintaan Dini. Dini meminta bantuan Peri untuk mencarikan pinjaman uang melalui jasa rentenir. Korban dan tersangka ini sudah lama saling mengenal.

Kasus itu baru ketahuan Kamis (21/9/2017) setelah keluarga Dini datang ke apartemen.

Setelah mengetahui korban tewas, Peri kemudian mengambil barang-barang milik korban di antaranya handphone dan televisi, serta perhiasan korban. Pembunuhan terjadi pada tanggal 15 September 2017, sementara korban ditemukan pada 19 September 2017.

Peri ditangkap tim Subdit Ranmor dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Antonius Agus dan AKBP Aris Supriyono, saat sedang mengojek di Pasar Karanganyar, Jakarta Barat pada Kamis (21/9) kemarin.

"Pelaku mengaku sebagai driver ojek online,"kata Argo, Jumat 22 September 2017.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menuturkan Peri ditangkap saat sedang menunggu penumpang.

"Pelaku kami tangkap saat sedang di atas motor,"ujar Nico.

Akibat perbuatannya, Peri diancam Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : detik.com dan dream.co.id
close
Berita Islam