Staf Diserang Penyakit Aneh, Amerika Sampai Tutup Kedutaan di Kuba, Diduga Serangan Sonic

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson. REUTERS.

Republik.in ~ Dilansir dari tempo.co, Washington - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, mengatakan bahwa dia akan menutup kedutaan AS di Kuba menyusul beberapa staf diplomatiknya terserang penyakit misterius.

Tillerson mengatakan sedikitya 21 staf diplomatik Amerika Serikat menderita cedera otak dan kehilangan pendengaran,  Minggu, 17 September 2017. Untuk itu dia sedang meninjau apakah akan menutup kedutaan yang baru dibuka sekitar 2 tahun lalu itu.

"Kami telah melakukan evaluasi. Ini adalah masalah yang sangat serius sehubungan dengan kerugian yang dialami orang-orang tertentu, " kata Tillerson, seperti yang dilansir CNN pada 18 September 2017.

Dengan korban cedera terus meningkat, dan tidak ada penjelasan mengenai penyebab penyakit misterrius itu, beberapa anggota parlemen Amerika juga telah meminta agar kedutaan itu ditutup lagi.

Insiden tersebut dimulai tahun lalu, dan yang terakhir dicatat terjadi pada bulan Agustus, meskipun pihak berwenang Amerika telah mengeluhkan hal ini kepada pejabat Kuba pada Februari dan telah mengusir dua diplomat Kuba dari Washington pada bulan Mei.

Beberapa dari mereka terserang telah dievakuasi ke Florida dan beberapa dirawat di tempat.

American Foreign Service Association melaporkan bulan ini bahwa mereka yang terkena dampak mengalami cedera otak traumatik ringan, gangguan pendengaran permanen, kehilangan keseimbangan, sakit kepala parah dan pembengkakan otak.

Pejabat Amerika telah berspekulasi bahwa masalah itu mungkin diakibatkan oleh semacam serangan sonik atau mungkin operasi inteliijen.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba dipulihkan oleh presiden Barack Obama dan mitranya Raul Castro pada tahun 2015 setelah setengah abad terputus.

Namun ketegangan meningkat lagi setelah penerus Obama, Donald Trump, memperketat peraturan untuk orang Amerika yang bepergian ke Kuba, melarang hubungan dengan perusahaan pariwisata yang dikelola militer dan menegaskan kembali embargo perdagangan AS yang ada.

Kedutaan Amerika ditutup pada tahun 1961 pada puncak perang dingin ketika hubungan diplomatik pecah antara Washington dan rezim revolusioner Fidel Castro.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : tempo.co
close
Berita Islam