Duh! WeChat Kirim Data Pengguna ke Pemerintah China


Republik.in ~ Dilansir dari detik.com, Layanan messenger WeChat baru saja menghadirkan update terbaru. Namun, update tersebut ada kebijakan yang sepertinya agak memberatkan penggunanya di China.

Adapun seperti yang tertulis dalam pemberitahuan update, diketahui bahwa data pribadi pengguna termasuk pesan yang diketik pengguna akan diserahkan ke pemerintah China. Langkah ini dilakukan demi mematuhi hukum yang berlaku di China.

Dengan adanya aturan itu, penegak hukum dan aparat keamanan di China tak lagi memerlukan surat penggeledahan untuk menyita properti atau data warga negaranya. Pemerintah China pada hakikatnya memiliki akses hampir ke semua hal yang dikirim melalui aplikasi WeChat, demikian seperti dikutip detikINET dari Next Shark, Selasa (19/9/2017).

Tak cuma menyimpan informasi dan pesan pribadi, pihak WeChat juga akan menyimpan data log pribadi penggunanya. Ini termasuk informasi mengenai apa yang Anda cari melalui WeChat, berikut informasi kapan pesan terkiri. Informasi ini disimpan dan dikumpulkan WeChat dengan alasan untuk kebutuhan marketing.

Bagi pengguna yang menolak menerima kebijakan terbaru ini, maka tidak bisa mengakses WeChat dengan akun mereka sampai mereka akhirnya berubah pikiran dan menekan tombol 'accept'. Namun, pihak WeChat tetap akan menyimpan semua data pengguna, termasuk percakapan baru, sampai pengguna membuka aplikasi itu kembali.

Namun dari pantauan detikINET, sepertinya kebijakan ini sementara hanya berlaku untuk pengguna WeChat di China.

Dikembangkan oleh perusahaan teknologi raksasa asal China, yakni Tencent, WeChat kini menjadi aplikasi messenger terbesar di China dengan jumlah pengguna 662 juta. WeChat sendiri mendapat dukungan dari pemerintah China setelah baru-baru ini pemerintah Tirai Bambu itu memblokir WhatsApp di bulan Juli 2017.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : detik.com
close
Berita Islam