Heboh, "Miras" Label Halal, Apa Pendapat MUI?

Whisky Crystal Wsk Halal

KisahUmat.com ~ Baru-baru ini kembali heboh isu Minuman Whiskey (Miras) berlabel halal. Minuman yang biasa memiliki kandungan alkoholnya sampai 40% ini diklaim tidak memiliki kandungan alkohol sama sekali.

Sebenarnya isu "Miras" label halal bukan isu baru karena pada rentang tahun 2010-2014 sempat mencuat di luar negeri, mulai dari sampanye halal yang diciptakan di Paris, Bak Kut Teh (sup babi) versi halal di Malaysia dan Whisky halal di Scotlandia.

Tidak hanya klaim dari penjual bahkan sejumlah produk tersebut telah memperoleh seritifikasi halal. Salah satunya sampanye halal dengan merk Night Orient, telah mendapatkan sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Brussels Chamber of Commerce pada Maret 2010 silam. 

Terakhir, whisky dengan merk Crystal yang foto-fotonya beredar di dunia maya. Tidak banyak informasi yang bisa digali oleh kisahumat.com mengenai whisky yang satu ini.

Namun jika dilihat dari logo halalnya, logo tersebut bukan logo resmi yang dikeluarkan oleh MUI.

Lalu apa kata MUI mengenai Miras-miras label Halal ini? Bisakah produk tersebut diterima dan diakui sebagai produk yang benar-benar halal?

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr.H. Hasanuddin AF. pun menjawabnya. Menurut Hasanuddin, MUI berprinsip walaupun secara zat tidak mengandung sesuatu yang haram, tapi jika dari segi penamaan berkonotasi haram maka statusnya tetap haram. Oleh karena itu MUI tidak bisa mengeluarkan sertifikat halalnya.

"Sudah menjadi ketentuan kita di Komisi Fatwa bahwa nama-nama yang berkonotasi dengan produk-produk haram walau secara kandungan di dalamnya halal tetap tidak boleh," tegas Hasanuddin.

Hasanuddin pun mengatakan bahwa ijtihad memang bisa berbeda. Dalam hal ini terserah dari keputusan mereka untuk memutuskan sesuatu halal atau tidak. Tetapi bila produk semacam itu masuk ke Indonesia maka perusahaan tersebut harus mengikuti standard di negara ini.

"Jika produk-produk tersebut tetap ingin memperoleh pengakuan halal dari LPPOM MUI. Maka mereka harus mengubah namanya agar tidak lagi berkonotasi haram," tutup Hasanuddin.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.KisahUmat.com
Sumber Berita : kisahumat.com dan halalmui.org
close
Berita Islam