Lagi Ngamar Terciduk, Bu Guru Ini Ancam Bunuh Diri Sambil Bentur-Benturkan Kepala Ke Tembok

Penggerebekan oknum guru di kamar hotel di Magelang. Foto: Pertiwi

Republik.in ~ Seorang perempuan asal Candimulyo, Kabupaten Magelang, menjerit dan menangis histeris saat dicokok oleh aparat di suatu  hotel di Kota Magelang saat berjalan operasi penyakit masyarakat, Senin (25/9) malam.

Seperti dilansir dari laman detik.com, Perempuan yang diketahui adalah oknum guru tersebut kedapatan berada satu kamar dengan pria bukan suami resminya. Awalnya, personel perpaduan Satpol PP dan Polres Magelang Kota sempat mengetuk, tetapi mereka enggan membukakan pintu.

Bahkan, hampir setengah jam, petugas meminta dengan cara baik-baik terhadap oknum bu guru dan pasangannya agar segera keluar dari kamar. Tidak lama berselang, si pria akhirnya melunak seusai petugas mengancam bakal meperbuat upaya dobrak.

Tetapi, ketika masuk, petugas tidak menonton sosok perempuan di dalam kamar. Usut punya usut, ia bersembunyi di kolong tempat tidur. Saat petugas berusaha mengamankan, perempuan berumur 27 tahun itu langsung memberontak, berteriak tanpa kontrol sambil memukuli kepalanya sendiri.

Suasana terus memanas manakala ia melontarkan ancaman bunuh diri sembari membenturkan kepala berkali-kali ke tembok kamar. "Aku mending mati. Ono obat nyamuk ora (Saya lebih baik mati. Ada obat nyamuk nggak, Red)?," ujarnya dengan nada menggertak. Polwan yang berusaha menanggulangi pun mengalami kegagalan.

Oknum guru tersebut baru menghentikan amukan dan raungan usai dua anak buah DPRD Kota Magelang, Iwan Soeradmoko dan Tyas Anggraeni, turut dan menenangkan. Kebetulan, keduanya terbukti bergabung dengan petugas meperbuat razia di sejumlah tempat di Kota Magelang.

Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, berbicara bahwa dalam operasi di hotel itu petugas mengamankan tujuh pasangan tidak resmi dan dua orang tanpa kartu bukti diri.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : detik.com
close
Berita Islam